Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4714123/original/038485100_1705052922-feedImage_2024_1_11_1704954409775-jx48t.jpeg)
Gus Kikin PBNU kini menjadi sorotan nasional setelah KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Sosok yang selama ini dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ini juga memiliki pengalaman luas di bidang organisasi dan dunia usaha.
Profil dan Latar Belakang Gus Kikin
Gus Kikin PBNU lahir pada Minggu, 17 Agustus 1958, dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari garis keturunan ibu, nasab Gus Kikin bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama. Sementara dari garis keturunan ayah, Gus Kikin merupakan keturunan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang.
Gus Kikin menikah dengan Nyai Hj Lelly Lailyah dan dikaruniai dua anak, yakni Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan.
Pendidikan Gus Kikin
Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Jombang, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang. Setelah itu, ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan menyelesaikan sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka.
Selain pendidikan formal, Gus Kikin PBNU juga memiliki pengalaman pendidikan pesantren. Ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan ayahnya, serta menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Kiprah di Pesantren Tebuireng
Gus Kikin dipercaya meneruskan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng. Ia menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020. Penunjukannya sebagai penerus Gus Sholah telah dipersiapkan melalui musyawarah keluarga pada 2016 yang melibatkan keturunan KH M Hasyim Asy’ari sebagai pendiri pesantren.
Di bawah pengelolaan Gus Kikin PBNU, Tebuireng berkembang pesat hingga memiliki 15 cabang di berbagai wilayah Indonesia.
Kiprah di Nahdlatul Ulama
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin PBNU telah aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia dipercaya menjadi Ketua PBNU Bidang Ekonomi sejak 2022. Sebelumnya, Gus Kikin menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada periode 2008-2022. Ia kemudian dipercaya sebagai Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.
Pengalamannya di NU menjadi modal kuat untuk memimpin organisasi terbesar di Indonesia ini.
Gus Kikin Dikenal sebagai Kiai Entrepreneur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335296/original/098832900_1787960606-WhatsApp_Image_2026-08-29_at_06.29.58.jpeg)
Di luar aktivitas pesantren dan organisasi keagamaan, Gus Kikin PBNU dikenal sebagai kiai entrepreneur dengan pengalaman di dunia korporasi. Ia pernah berkarier di PT Djakarta Lloyd, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik. Pada periode 1980-1992, Gus Kikin menjabat sebagai Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan.
Pada 1997, Gus Kikin mendirikan BBS Group yang bergerak di berbagai sektor usaha. Ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur pada 2000-2013.
Gus Kikin PBNU tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas), serta pemilik stasiun televisi BBS TV.
Pengalaman di dunia korporasi tersebut menjadi salah satu modal Gus Kikin PBNU dalam mendorong kemandirian ekonomi warga NU dan transformasi digital di lingkungan organisasi.
Dukungan untuk Gus Kikin
Terpilihnya Gus Kikin PBNU sebagai Ketua Umum PBNU mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa pengalaman Gus Kikin di bidang organisasi, pesantren, dan dunia usaha akan membawa NU menuju arah yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi.
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin PBNU diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan NU dengan baik, membawa organisasi ini tetap kokoh di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kesimpulan
Gus Kikin PBNU telah resmi memimpin Nahdlatul Ulama periode 2026-2031. Dengan latar belakang sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, pengalaman organisasi di NU, serta kiprahnya sebagai kiai entrepreneur, Gus Kikin memiliki modal lengkap untuk membawa NU ke arah yang lebih baik. Dukungan dari seluruh warga NU diharapkan mengiringi langkahnya dalam memimpin organisasi terbesar di Indonesia ini.

